Tampilkan postingan dengan label seni. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label seni. Tampilkan semua postingan
Senin, 02 Juni 2014 0 komentar

walk on pressure!

masa-masa penuh tekanan pastilah ada dalam hidup ini. tertekan? ya! tapi mencoba menginjak-injak tekanan itu tak ada salahnya. tak boleh mengalah pada tekanan dan jangan mengalah pada tekanan. kontrol emosi dengan baik. semoga bisa meng-handle tekanan itu. karena Allah.. :D



Sabtu, 12 April 2014 0 komentar

"Beringharjo" sebuah teater pantomime







 


















Rabu, 12 Maret 2014 1 komentar

Komik The Muslim' Show versi animasi!




      Bagi muslim pecinta komik, siapa sih yang tak mengenal adanya komik Muslim Show ini? Kiprahnya sedang mendunia. Karyanya dimulai pada tempat asal komikus ini yakni Perancis kemudian diterjemahkan kedalam bahasa Inggris hingga beberapa bahasa lainnya termasuk bahasa Indonesia. Karena komik ini juga diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, mulai banyak yang memahami serta tertarik pada komik ini. penulis sendiri pertama kali tertarik akan komik ini adalah ketika bulan Ramadhan, tetiba pada wall FB ada yang share komik Muslim Show ini. Saat itu yang pertama kali dilihat adalah komik ketika beribadah (sholat) setelah berbuka puasa. seharusnya kita bisa ruku' 90 derajat, tetapi karena isi perut yang terlalu penuh setelah berbuka puasa, akibatnya tak dapat melakukan ruku' sempurna (90 derajat). Dari situ penulis berpikir jika hal itu benar dirasakan beberapa orang sekitar, dengan kata lain kejadian dibelahan bumi manapun permasalahannya hampir sama. Komik ini mengangkat kejadian-kejadian yang pesannya 'ngena' atau tepat atau berhasil ditangkap pembacanya. tak jarang komik yang dihadirkan juga diakhiri atau disertai komedi yang berhasil pula menggelitik pembacanya.

      Itu tadi sedikit cerita seputar komik The Muslim Show tapi yang membuat hari ini memposting tulisan seputar Muslim Show karena hari ini Rombongan Mizan serta para komikus The Muslim Show hadir di Jogja. Pada Pukul 9-12, para komikus mengisi public lecture yang diselenggarakan di teatrikal perpustakaan UIN Sunan Kalijaga. Jam yang dijanjikan oleh Mizan adalah pukul sembilan, namun pukul delapan, teatrikal perpustakaan -yang bisa dibilang cukup sempit,red- sudah dipenuhi oleh mahasiswa prodi IPI baik D3 ataupun S1. Akibatnya peserta sampai ada yang duduk lesehan ataupun menonton di luar teatrikal.

tim rombongan mizan, komikus the muslim show, serta uin sedang breafing
suasana di luar teatrikal perpus saat acara belum dimulai

Suasana antrian pendaftaran meski ruang teatrikal sudah penuh
stand mizan sedang mempersiapkan komik The Muslim Show untuk diijual

sambutan dari mizan
       Diawali dengan presentasi seputar latar belakang pembuatan komik, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, pemberian kenang-kenangan, hingga signing book.
para komikus The Muslim' Show saat presentasi di depan
para komikus The Muslim' Show saat presentasi di depan
      Allam menjelaskan bahwasannya ia telah muslim sejak lahir namun lima tahun belakangan ia menjadi muslim yang lebih baik. Meski pernah membersamai tim komik asterik, ia memberanikan diri untuk sekarang membuat komik The Muslim' Show bersama saudara lelakinya dan satu orang kawan. Allam menyampaikan jika "semua hal harus diniatkan karena Allah. Jika belum karena Allah maka harus diluruskan", 
      "Dakwah adalah perihal mengingatkan". kemudian ia mencontohkan pada komik yang dibuatnya dengan deskripsi seperti gambar tersebut, seorang perokok menghadiri seminar tentang rokok, tetapi setelah ia keluar dari seminar itu, ia tetap merokok.

    Dalam berdakwah juga harus pada situasi yang tepat tidak seperti apa yang digambarkan dalam komiknya. saat lelaki dalam posisi tercebur hampir mati, bukannya langsung ditolong malah terus-terusan dinasehati.

         Dalam berdakwah juga harus tepat memposisikan diri. tak seperti komik ini:
seorang pencuri menyatakan untuk berbuat kebaikan dengan membawakan tas belanjaan. tetapi karena kostumnya adalah seorang pencuri, orang lain tak mau mempercayainya.

       Sesi sharing dan diskusi usai, dilanjutkan dengan sesi pemberian kenang-kenangan dari kedua belah pihak serta sesi signing book untuk sepuluh buku pertama.

suasana kepadatan saat komikus menggambar untuk kenang-kenangan di tempat


dan gambar inilah yang membuat para peserta heboh

gambar itu berpesan: "kami senang berada disini"

om Karim serta om Greg berpose dengan salah seorang peserta dan karyanya



signing time:
om Allam serta om Blondin sedang melakukan book signing serta penggambaran

       kabar gembira untuk pecinta Komik The Muslim Show, jika Komik The Muslim Show akan dibuat versi animasi yang akan dipublikasikan pada 2015 nanti. tetapi versi internet pada akhir tahun ini.

tak ingin tertinggal momen ini, penulis mendapatkan karya serta sign dari komikus.
gambar yang dibuat langsung untukku oleh om Allam serta ditandatangani oleh seluruh komikus.
gambar yang dibuat langsung untukku oleh om Allam serta ditandatangani oleh seluruh komikus.
Sabtu, 14 Desember 2013 0 komentar

Nah loo! niat main malah jd belajar, niat belajar malah jd main.



Sabtu, 14 desember 2013 kali ini tidak seperti sabtu sebelumnya karena mata kuliah kewirausahaan dilaksanakan di lapangan. Mata kuliah ini memang mata kuliah yang harapanku kelak tidak hanya membuatku bisa berwirausaha, tetapi juga bisa menjadikan diriku fasilitator dalam berwirausaha karena itu seharusnya yang dilakukan untuk mengembangkan masyarakat, sesuai prodi ini. Kami berangkat kurang lebih pada pukul 8 dengan menggunakan 2 bus. Yang menjadi lokasi tujuan adalah bantul, khususnya pandak, pajangan dan kasongan.
Rupanya bantul adalah lokasi yang sangat berseni dilihat dari tiga lokasi yang kami kunjungi karena ketiganya merupakan lokasi kerajinan. Di Pandak, kami mengunjungi Batik Topo HP, di Pajangan, kami mengunjungi desa wisata Krebet yang terkenal dengan kerajinan batik kayu serta terakhir kasongan, yang terkenal dengan seni gerabahnya kami mengunjungi pusat pelatihan gerabah dan finishing edotel. Berikut akan diuraikan satu persatu.
Batik Topo HP
Batik ini dimulai pada tahun 80-an, dimulai hanya dengan berjualan kain batik di pasar bringharjo lalu banyak yang berminat dan melalui promosi dari mulut ke mulut, batik topo mulai diminati banyak orang. Seperti pedagang lainnya, saat terjadi krisis moneter juga berdampak pada penjualan batik bapak topo ini. Selain itu saat terjadi permasalahan klaim batik milik malaysia juga sangat berdampak bagi pengembangan jualan batik ini. Namun bapak Topo tetap konsisten dan dapat bertahan hingga saat ini.
Terdiri dari kain batik cap, tulis, pakaian batik yang di produksi pada Batik Topo HP ini. Produksi nya juga dilakukan sendiri dengan lokasi produksi di kampung itu dan dengan mempekerjakan warga sekitar. Pada produksi kain batik cap, dimulai dari pemilihan kain putih yang kemudian dipotong-potong sesuai ukuran pemesanan ataupun ukuran normalnya,lalu di cap sesuai motif pemesanan, diwarna kainnya, di lepas lilinnya beberapa kali berulang-ulang sesuai warna yang diinginkan lalu dijemur dan siap di jual.
batik yang sedang di cap
batik tulis
toko batik Topo HP
Pemasaran Batik Topo HP ini sudah sampai Jepang, dengan pemesanan setiap tahunnya berupa serbet batik untuk sekolah, Irian dengan pesanan seragam batik yang motifnya beragam dan lainnya. Batik Topo HP ini tidak membuka cabang, namun memiliki link di berbagai kota dan siap untuk memesan ke Jogja. Model promosi yang paling diandalkan adalah dari mulut ke mulut. Meskipun tidak memiliki cabang, namun Batik Topo HP ini sudah merasa hampir kewalahan dengan adanya banyak pesanan yang ada.
Yang menjadi nilai tambah menurut penulis adalah Batik Topo HP ini juga membuat motif batik mereka sendiri terutama untuk batik cap yang sampai sekarang ada banyak dan hanya dapat di pesan pada toko batik ini.







Pada sebagian besar produsen batik, yang dikhawatirkan adalah limbah yang dihasilkan. Namun tidak untuk Batik Topo HP ini. Pada Batik Topo HP, limbah yang dihasilkan setelah diteliti, ternyata memang mengandung dua unsur yang cukup berat namun ketika dua unsur itu dicampurkan atau tercampur, malah akan menjadi netral (dua unsur itu adalah asam dan basa) yang tidak berbahaya. Sehingga limbah yang dihasilkan tidak menjadi kekhawatiran lagi.



Batik Kayu Sanggar Peni


Usaha Kerajinan ini dimulai sekitar tahun 1993 dengan modal nekat dan seadanya. Usaha kerajinan ini menjadi berkembang setelah terjadi krisis moneter. Pemesanan terbanyak adalah pemesanan dari Bali tetapi di Jogja juga dipasarkan terutama di daerah Pawirotaman, tepatnya art-shop Pawirotaman.
Mulanya hanya memproduksi wayang dan souvenir saja, namun kini berkembang hingga furniture dan peralatan Rumah tangga seperti kursi kayu yang dibatik, lampu yang dibatik, nampan dan lainnya.
 Model Pemasaran Toko ini adalah melalui televisi, pameran, kunjungan toko serta media-media lainnya. Meski begitu, pemasaran masih diutamakan untuk lokal saja untuk melakukan ekspor sudah dilakukan tetapi hampir semua produsen seperti toko ini masih melalui jalur aman yakni melalui kerjasama dengan eksportir (agen khusus).
Proses pembuatan (produksi)
Dengan pemilihan kayu khusus baik diperoleh di Jogja ataupun luar kota dengan jenis kayu sengon, pule, kembang dan lainnya. Dipilih, dipotong pipih lalu dijemur. Setelah itu dipotong atau dipahat lagi sesuai pemesanan lalu di amplas agar halus teksturnya.






Kemudian diberi motif dengan malam sesuai dengan pesanan,  pewarnaan, lalu pepberian malam lagi berulang-ulang sesuai warna yang diinginkan atau pesanan.
Proses selanjutnya adalah pengeringan. Pengeringan dapat dilakukan dengan di jemur atau direbus atau di oven.

Bila sudah kering dan selesai, maka pesanan kerajinan ini siap untuk dikemas dengan dibawa ke tempat ‘paking& stok’ atau langsung dibawa ke show room.


pesanan yang sedang dipacking


edOTEL Pusat Pelatihan Gerabah dan Finishing
Pada kunjungan terakhir adalah pada lokasi ini. Lokasi ini bukanlah sebuah toko seperti dua tempat sebelumnya. Pada tempat terakhir ini hanyalah memaparkan bagaimana proses pembuatan gerabah. Meski juga memaparkan tentang pemasaran tetapi  lebih ke secara umum untuk pemasaran di Kasongan (seluruh pedagang/pengrajin).
Sedikit dipaparkan jika pemasaran gerabah itu mulanya di Kasongan karena ada orang Solo yang peduli dengan perajin Kasongan. Lalu mendapati ide untuk membuat kerajinan gerabah dengan bahan tanah campuran dari tanah kasongan dan Godean. Dan berkembang hingga saat ini.
Produksi gerabah dapat dilakukan dengan tiga macam yakni cap, tematik serta bebas.



 
;