Tampilkan postingan dengan label dakwah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dakwah. Tampilkan semua postingan
Rabu, 12 Maret 2014 1 komentar

Komik The Muslim' Show versi animasi!




      Bagi muslim pecinta komik, siapa sih yang tak mengenal adanya komik Muslim Show ini? Kiprahnya sedang mendunia. Karyanya dimulai pada tempat asal komikus ini yakni Perancis kemudian diterjemahkan kedalam bahasa Inggris hingga beberapa bahasa lainnya termasuk bahasa Indonesia. Karena komik ini juga diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, mulai banyak yang memahami serta tertarik pada komik ini. penulis sendiri pertama kali tertarik akan komik ini adalah ketika bulan Ramadhan, tetiba pada wall FB ada yang share komik Muslim Show ini. Saat itu yang pertama kali dilihat adalah komik ketika beribadah (sholat) setelah berbuka puasa. seharusnya kita bisa ruku' 90 derajat, tetapi karena isi perut yang terlalu penuh setelah berbuka puasa, akibatnya tak dapat melakukan ruku' sempurna (90 derajat). Dari situ penulis berpikir jika hal itu benar dirasakan beberapa orang sekitar, dengan kata lain kejadian dibelahan bumi manapun permasalahannya hampir sama. Komik ini mengangkat kejadian-kejadian yang pesannya 'ngena' atau tepat atau berhasil ditangkap pembacanya. tak jarang komik yang dihadirkan juga diakhiri atau disertai komedi yang berhasil pula menggelitik pembacanya.

      Itu tadi sedikit cerita seputar komik The Muslim Show tapi yang membuat hari ini memposting tulisan seputar Muslim Show karena hari ini Rombongan Mizan serta para komikus The Muslim Show hadir di Jogja. Pada Pukul 9-12, para komikus mengisi public lecture yang diselenggarakan di teatrikal perpustakaan UIN Sunan Kalijaga. Jam yang dijanjikan oleh Mizan adalah pukul sembilan, namun pukul delapan, teatrikal perpustakaan -yang bisa dibilang cukup sempit,red- sudah dipenuhi oleh mahasiswa prodi IPI baik D3 ataupun S1. Akibatnya peserta sampai ada yang duduk lesehan ataupun menonton di luar teatrikal.

tim rombongan mizan, komikus the muslim show, serta uin sedang breafing
suasana di luar teatrikal perpus saat acara belum dimulai

Suasana antrian pendaftaran meski ruang teatrikal sudah penuh
stand mizan sedang mempersiapkan komik The Muslim Show untuk diijual

sambutan dari mizan
       Diawali dengan presentasi seputar latar belakang pembuatan komik, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, pemberian kenang-kenangan, hingga signing book.
para komikus The Muslim' Show saat presentasi di depan
para komikus The Muslim' Show saat presentasi di depan
      Allam menjelaskan bahwasannya ia telah muslim sejak lahir namun lima tahun belakangan ia menjadi muslim yang lebih baik. Meski pernah membersamai tim komik asterik, ia memberanikan diri untuk sekarang membuat komik The Muslim' Show bersama saudara lelakinya dan satu orang kawan. Allam menyampaikan jika "semua hal harus diniatkan karena Allah. Jika belum karena Allah maka harus diluruskan", 
      "Dakwah adalah perihal mengingatkan". kemudian ia mencontohkan pada komik yang dibuatnya dengan deskripsi seperti gambar tersebut, seorang perokok menghadiri seminar tentang rokok, tetapi setelah ia keluar dari seminar itu, ia tetap merokok.

    Dalam berdakwah juga harus pada situasi yang tepat tidak seperti apa yang digambarkan dalam komiknya. saat lelaki dalam posisi tercebur hampir mati, bukannya langsung ditolong malah terus-terusan dinasehati.

         Dalam berdakwah juga harus tepat memposisikan diri. tak seperti komik ini:
seorang pencuri menyatakan untuk berbuat kebaikan dengan membawakan tas belanjaan. tetapi karena kostumnya adalah seorang pencuri, orang lain tak mau mempercayainya.

       Sesi sharing dan diskusi usai, dilanjutkan dengan sesi pemberian kenang-kenangan dari kedua belah pihak serta sesi signing book untuk sepuluh buku pertama.

suasana kepadatan saat komikus menggambar untuk kenang-kenangan di tempat


dan gambar inilah yang membuat para peserta heboh

gambar itu berpesan: "kami senang berada disini"

om Karim serta om Greg berpose dengan salah seorang peserta dan karyanya



signing time:
om Allam serta om Blondin sedang melakukan book signing serta penggambaran

       kabar gembira untuk pecinta Komik The Muslim Show, jika Komik The Muslim Show akan dibuat versi animasi yang akan dipublikasikan pada 2015 nanti. tetapi versi internet pada akhir tahun ini.

tak ingin tertinggal momen ini, penulis mendapatkan karya serta sign dari komikus.
gambar yang dibuat langsung untukku oleh om Allam serta ditandatangani oleh seluruh komikus.
gambar yang dibuat langsung untukku oleh om Allam serta ditandatangani oleh seluruh komikus.
Minggu, 11 November 2012 0 komentar

Prinsip-prinsip hubungan antar manusia

Tugas tafsir PM
Dosen pengampu: okrisal Eka putra, lc, m. ag

TAFSIR PENGEMBANGAN MASYARAKAT
Prinsip-prinsip hubungan antar manusia
(tafsir Al ashr:3, almaidah:2, al hujurat:10)


Latar belakang
Sebagai seorang muslim sudah pastinya mengetahui kitab apa yang menjadi pedoman hidupnya yakni alquran. Sebelum kita lahir yang rata-rata pada abad 19 Masehi, alquran sudah ada bahkan hingga sekarang. Dalam alquran terdapat banyak hal baik hal ghaib yang akan memperkuat aqidah kita, beberapa masalah yang meskipun teerjadi sangat lama tetap akan terjadi berulang ulang dan masih banyak lainnya yang bila kita memahaminya dengan baik tidak akan tersesat dalam hidup di dunia ini. Maka yang hrus kita lakukan sekarang dan selanjutnya adalah terus mempelajari dan mengamalkan alquran.
Seorang pengembang masyarakat sudah semestinya terjun langsung ke lapangan dan melakukan hubungan atau interaksi dengan manusia lainnya. Dalam berinteraksi sosial, manusia sudah semestinya mengerti apa sajakah prinsip-prinsip hubungan antar manusia. Tidak hanya manusia saja yang bisa menciptakan prinsip tersebut namun di dalam alquran sudah tertera sejak lama beberapa diantaranya berada pada surat Al ashr:3, almaidah:2, al hujurat:10.
Tidak semua manusia melakukan prinsip itu dengan baik dan benar sehingga terjadi masalah yang timbul. Maka dari itu, penulis disini akan membawa kembali, mengingatkan bagi yang lupa bahwasannya dalam berhubungan dengan sesama manusia ada prinsipnya. Berikut akan penulis paparkan pada makalah ini.
Rumusan Masalah:
Apa saja prinsip hubungan antar masyarakat?
Bagaimana tafsir surat almaidah, al hujurat dan al ashr?

Al maidah: 2
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تُحِلُّوا شَعَائِرَ اللَّهِ وَلَا الشَّهْرَ الْحَرَامَ وَلَا الْهَدْيَ وَلَا الْقَلَائِدَ وَلَا آَمِّينَ الْبَيْتَ الْحَرَامَ يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنْ رَبِّهِمْ وَرِضْوَانًا وَإِذَا حَلَلْتُمْ فَاصْطَادُوا وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآَنُ قَوْمٍ أَنْ صَدُّوكُمْ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَنْ تَعْتَدُوا وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
Artinya:
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi'ar-syi'ar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya, dan binatang-binatang qalaa-id[392], dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari kurnia dan keredhaan dari Tuhannya[393] dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka bolehlah berburu. Dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.
ini menunjukkan bahwa al-Qur'ân telah terlebih dahulu beberapa ratus tahun menganjurkan konsep kerjasama dalam kebaikan, dibanding semua undang-undang positif yang ada
Penjelasan:

Al Hujurat:10
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
Artinya:
Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.
Penjelasan:
Al Ashr:3
إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
Artinya:
kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.
Penjelasan:
Kata عمل(amal pekerjaan) digunakan alquran untuk menggambarkan penggunaan daya manusia(daya pikir,fisik,kalbu dan daya hidup) yang dilakukan dengan sadar oleh manusia dan jin.
Kata    صالح shalih, dari akar kata  صلح shaluha diartikan sebagai tiadanya (terhentinya) kerusakan bisa juga bermanfaat dan sesuai.
Kata تواصوا tawashau, dari kata  وصى washa,  وصية washiyatan yang secara umum diartikan sebagai  menyuruh secara baik.
Kata الحق  al-haq berarti sesuatu yang mantap, tidak berubah. Apapun yang terjadi, Allah swt adalah puncak dari segala yang haq, karena Dia tidak mengalami perubahan. Sesuatu yang tidak berubah, sifatnya pasti, dan sesuatu yang pasti menjadi benar, dari sisi bahwa ia tidak mengalami perubahan.
Sementara ulama memahami kata al-haq pada ayat ini dalam arti Allah, yakni manusia hendaknya saling mengingatkan tentang wujud, kuasa dan keesaan Allah swt serta sifat-sifatNya yang lain.
Sabar adalah menahan kehendak nafsu demi mencapai sesuatu yang baik atau lebih baik. Secara umum kesabaran dapat dibagi menjadi dua bagian pokok yakni sabar rohani dan jasmani. Kesabaran jasmani adalah sabar dalam menerima cobaan-cobaan jasmani seperti sakit, penganiayaan dan semacamnya. Sedangkan sabar rohani menyangkut kemampuan menahan kehendak hawa nafsu yang dapat mengantar pada keburukan, seperti menahan amarah atau menahan nafsu seksual yang bukan pada tempatnya.
Itulah sifat sifat yang hendaknya dimiliki oleh manusia. Dari makna surat diatas, selain kita dituntut mengembangkan kebenaran dalam diri masing-masing, kita juga dituntut untuk mengembangkannya pada orang lain. Karena disamping manusia adalah makhluk indiviju, iapun juga makhluk sosial.
Pesan; kita tidak hanya mengandalkan iman tetapi juga amal salehdan ilmu yang mana seharusnya saling berkesinambungan. Misalnya, apabila kita hendak shalat, atau bahkan hendak shalat, tiba-tiba anda melihat sesuatu yang mungki akan menimpa seseorang, maka ketika itu shalat anda harus ditangguhkan demi memelihara jiwa atau keselamatan orang tersebut.


Penutup
Kesimpulan
Sebagai pengemnbang masyarakat sudah selayaknya mengetahui prinsip hubungan antar manuusia yang mana telah tertuang dalam alquran. Secara ringkas, berikut adalah prinsip hubungan antar manusia:
Dalam almaidah:2
1.    Jangan melanggar syiar allah(ketentuan allah dalam semua perkara)
2.    Jangan membenci suatu kaum
3.    Jangan mengganggu orang-orang yang mengunjungi baitullah
4.    Tolonglah dalam mengerjakan kebaikan dan takwa dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran
5.    Bertakwalah kepada allah
Al hujurat :10
1.    damaikanlah antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Alah
Al ashr: 3
1.    saling nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan supaya menetapi kesabaran
1 komentar

Dakwah bil hal adalah....

  •    Publicity and sales promotion, yaitu sosialisasi dan penyebaran ide dan bentuk-bentuk persuasi stimultan yang dikenal dengan istilah dakwah bi al-hal (Drs. Z. Sukawi, M.A., Orientasi Perkembangan Ilmu dakwah dalam Perspektif Filsafat Ilmu, Yogyakarta: Thesis Program Pasca Sarjana (S2), IAIN Sunan Kalijaga,1993,hlm. 6.)
  •   Dakwah bi al-hal merupakan aktivitas dakwah Islam yang dilakukan dengan tindakan nyata atau amal nyata terhadap kebutuhan penerima dakwah . sehingga tindakan  nyata tersebut sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh penerima dakwah. Misalnya dakwah dengan membangun rumah sakit untuk keperluan masyarakat sekitar yang membutuhkan keberadaan rumah sakit. (Ilmu Dakwah halaman 178, Drs. Samsul Munir Amin, M.A. amzah,jakarta 2009)

  • Tema utama dakwah ke lapisan bawah adalah dakwah bi al-hal, yaitu dakwah yang diletakkan kepada perubahan dan perhatian kondisi material lapisan masyarakat miskin. Dengan perbaikan kondisi material itu diharapkan dapat mencegah kecenderungan ke arah kekufuran karena desakan ekonomi. (Ilmu Dakwah halaman 182, Drs. Samsul Munir Amin, M.A. amzah,jakarta 2009)

  • Bergaul dengan remaja. Dengan bergaul dan berinteraksi dengan para remaja inilah Maulana Malik Ibrahim akan lebih mudah dalam menyebarkan dakwahnya. Karena dengan begitu dapat mengerti karakter dari mad’u sehingga dapat menentukan metode yang tepat dalam menyampaikan ajaran islamnya. (ilaihi, wahyu. Pengantar sejarah dakwah; wahyu ilahi, harjani hefni. Kencana, 2007 hal174)
  • Menyelenggarakan pendidikan bagi masyarakat secara luas, yaitu dengan cara  mewujudkan gamelan sekatan, kesenian wayang kulit yang sarat berisikan ajaran islam , merintis permainan-permainan anak yang berisikan ajaran islam, serta mengajarkan lagu-lagu jawa yang disisipi dengan ajaran islam (ilaihi, wahyu. Pengantar sejarah dakwah; wahyu ilahi, harjani hefni. Kencana, 2007 hal176)
  • Mendirikan pusat-pusat atau pos-pos bantuan yang diatur sedemikian rupa sehingga memudahkan dalam pengaturan dan penyaluran bagi masyarakat yang membutuhkan. (ilaihi, wahyu. Pengantar sejarah dakwah; wahyu ilahi, harjani hefni. Kencana, 2007 hal178)
  • Ketika gerakan dakwah lewat politik gagal, maka usaha dakwah dialihkan ke aksi yakni dakwah yang berorientasi pada penanganan masalah sosial seperti pengmbangan dan pemberdayaan yang dikenal dengan dakwah bil hal atau dakwah kultural. Dan dakwah inilah yang dianggap telah mampu menjembatani umat islam perkotaan dan islam tradisional. (ilaihi, wahyu. Pengantar sejarah dakwah; wahyu ilahi, harjani hefni. Kencana, 2007 hal198)
  •  Melakukan pembinaan dan penkaderan intensif di rumah Arqam bin Abil Arqam, dalam, muhammad bin abdil wahab, mukhtasar siratir rasul-Nya, hlm. 61 (ilaihi, wahyu. Pengantar sejarah dakwah; wahyu ilahi, harjani hefni. Kencana, 2007 hal50)
  • Terjun langsung ke tengah-tengah masyarakat. Dalam berinteraksi dengan masyarakat tersebut beliau menciptakan gending-gending atautembang-tembang Jawa yang sarat dengan misi pendidikan dan dakwah islam, seperti Simon, Dandang gulo, pangkur, dan lain-lain. Selain itu juga mengganti nama-nama hari naas menurut kepercayaan Hindu dan nama-nama dewa hindu dengan nama-nama malaikat dan nabi2 menurut islam.14 tamar djaya, pusaka indonesia-riwayat hidup.....,hlm 147(ilaihi, wahyu. Pengantar sejarah dakwah; wahyu ilahi, harjani hefni. Kencana, 2007 hal177)
  • dakwah bi al-hal. Dalam artian bahwa, lembaga tidak hanya berpusat di masjid-masjid, di forum-forum diskusi, pengajian, dan semacamnya. Dakwah harus mengalami desentralisasi kegiatan. Ia harus berada di bawah, di pemukiman kumuh, di rumah-rumah sakit, di teater-teater, di studio-studio film, musik, di kapal laut, kapal terbang, di pusat-pusat perdagangan, ketenagakerjaan, di pabrik-pabrik, di tempat-tempat gedung pencakar langit, di bank-bank, di pengadilan dan sebagainya.( Andi Abdul Muis, Komunikasi Islam, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2001) hal. 133
  • Dalam Munas Majelis Ulama Indonesia tahun 1985 dan dalam rakernya tahun 1987, telah mengambil keputusan tentang program dakwah bi al-hal. Salah satu rumusannya disebutkan bahwa tujuan dakwah bi al-hal antara lain  untuk meningkatkan harkat dan martabat umat, terutama kaum dhu’afa atau kaum berpenghasilan rendah. H.S. Prodjokusumo, "Dakwah bi al-Hal Sekilas Pandang", dalam, Tuntunan Tablig 1, Yogyakarta: Pustaka Suara Muhammadiyah, 1997. hal.221

  • Disini perlu ada beberapa langkah dan orientasi gerakan dakwah yang perlu dirumuskan ulang. Pertama, setiap gerakan dakwah perlu merumuskan orientasi yang lebih spesifik dalam memadukan dakwah bi al-lisan dengan bi al-hal bagi daerah atau masyarakat di pedesan. Hal itu diperlukan kekhususan potensi, masalah dan tantangan yang dihadapi tidak sama dengan penduduk dan daerah perkotaan. Kedua, setiap gerakan dakwah perlu merumuskan perencanaan dakwah yang muatan misinya tetap sesuai dengan ajaran Islam yang dipesankan al-Qur’an dan al-Sunnah, namun orientasi programnya perlu perlu berdasarkan data empirik dari potensi, masalah, kebutuhan, dan tantangan yang dihadapi masyarakat. Ketiga, berkaitan dengan bentuk dan jenis program. Program dan kegiatan dakwah bagi masyarakat pedesaan harus dirumuskan secara lebih bervariasi dan lebih kongkrit berdasarkan kebutuhan, permasalahan, dan tuntutan konkrit masyarakat dakwah setempat. Haedar Nasir, Islam dan Prilaku Umat diTengah Perubahan, (Yogyakarta: Pustaka SM, 2002). Hal.83

 
;